Sabtu, 25 Januari 2014

Unsur, Senyawa, dan Campuran

UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

UNSUR 
Unsur adalah zat tunggal yang sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.

Berdasarkan sifatnya, unsur dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
  • Unsur Logam
Ciri-ciri:
- warna mengkilap
- pada suhu kamar umumnya berwujud padat dan keras (kecuali raksa)
- dapat ditempa
- konduktor yang baik
- titik didih dan titik leleh pada umumnya tinggi
Contoh: litium, Ferrum (besi), Natrium, Magnesium, Kalium, Calsium, Titanium, Kromium, Mangan, Kobalt, Nikel, Tembaga, Seng, Perak, barium, Platinum, Emas, Raksa, Timbal, dll

  • Unsur Semilogam/Metaloid
Ciri-ciri:
-  lebih lunak dari logam tetapi lebih keras dari nonlogam
- dapat menghantar panas/listrik tetapi kurang baik
Contoh: Boron, Silikon, Antimon, Germanium, Arsen, Polonium, dan Telurium
  • Unsur Nonlogam
Ciri-ciri:
- warna tidak mengkilap (kecuali intan)
- pada suhu kamar pada umumnya berwujud cair, padat, dan gas
- bersifat isolator
- lunak dan rapuh
- titik didih biasanya rendah
Contoh: Hidrogen, Carbon, Nitrogen, Oksigen, Fluorin, Neon, Phospor, Belerang, Klorin, Argon, Selenium, Bromin, Kripton, Iodin, Xenon, dan Radon

Hingga saat ini ada 118 unsur (93 unsur alami dan 25 unsur buatan). Untuk mempermudah mempelajari unsur-unsur tersebut, maka dibuatkah lambang unsur oleh John Jacob Berzelius (1779-1848). Lambang unsur diambil dari huruf awal dari nama latin unsur tersebut.
Jika ada dua unsur atau lebih yang memiliki huruf awal sama, maka unsur-unsur tersebut dilambangkan dengan dua huruf (huruf awal diikuti salah satu huruf berikutnya). Untuk penulisan lambang unsur, huruf pertama selalu ditulis dengan huruf kapital.
Contoh:
Boron (B)
Bromin (Br)
Carbon (C)
Calsium (Ca)
Clorin (Cl)
Cobalt (Co)
Hidrogen (H)
Helium (He)
Litium (Li)


SENYAWA


Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan kembali menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.
Ciri-ciri senyawa:
  • merupakan zat tunggal
  • tersusun dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu dan tetap
  • dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia
  • sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur pembentuknya
Contoh senyawa: Air (H2O), Garam dapur (NaCl),  Asam Clorida (HCl), Karbondioksida (CO2), Karbon monoksida (CO).

Penamaan Senyawa:
  • Senyawa yang Terbentuk dari Unsur Logam dan Nonlogam
Cara penamaan: Sebut dahulu nama unsur logam kemudian diikuti nama unsur non logam dan diberi akhiran -ida
Contoh:
NaCl tersusun atas unsur logam Natrium (Na) dan unsur nonlogam Clorin (Cl), sehingga diberi nama Natrium clorida
  • Senyawa yang Terbentuk dari Unsur Nonlogam-Nonlogam
Cara penamaan: Jumlah unsur atom pertama disebut dahulu, diikuti nama unsur nonlogam pertama, kemudian sebut jumlah unsur nonlogam kedua dan diikuti nama unsur nonlogam kedua, dan diberi akhiran -ida
Jumlah atom disebut dalam bahasa Yunani sebagai berikut:
1 = mono
2 =di
3 = tri
4 = tetra
5 = penta
6 = heksa
7 = hepta
8 = okta
9 = nona
10= deka
Contoh:
N2O diberi nama dinitrogen monoksida
NO diberi nama nitrogen monoksida
N2O5 diberi nama dinitrogen pentaoksida
P2O5  diberi nama diphospor pentaoksida
CCl4 diberi nama carbon tetraklorida



CAMPURAN 
Campuran adalah kumpulan dari beberapa zat dengan komposisi bebas.
Campuran dikelompokkan menjadi dua:
  • Campuran Homogen: campuran yang komposisi tiap bagiannya merata
    contoh: 
    - campuran air dengan sirup,
    - campuran air dengan susu,
  • Campuran Heterogen: campuran yang komposisi tiap bagiannya tidak merata.
           Contoh :
           - campuran air dengan kopi
           - campuran air dengan lumpur
           - campuran dalam es buah

Pemisahan Campuran
  1. Penyaringan/Filtrasi
     Penyaringan adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel.
    Contoh:
    - Pemisahan campuran antara air dengan pasir
    - Pemisahan campuran antara
    Zat hasil penyaringan disebut filtrat, dan zat sisa dari penyaringan disebut residu.
  2. Penyulingan/Distilasi
    Penyulingan adalah pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih.
    Contoh:
    - Pemisahan campuran antara air dengan alkohol
    - Pemisahan air dengan minyak tanah
     
  3. Kromatografi
     Kromatografi adalah pemisahan campuran yang di dasarkan pada perbedaan daya serap suatu zat terhadap bahan penyerap. Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran warna pada tinta.
  4. Kristalisasi
    Kristalisasi adalah pemisahan campuran untuk memisahkan zat terlarut dari larutannya.
    Proses kristalisasi dimanfaatkan untuk:
    - membuat garam dari air laut
    - membuat gula pasir dari air gula
     
  5. Sentrifugasi
    Pemisahan ini dilakukan dengan memasukkan suspensi ke dalam tabung reaksi, kemudian dipusingkan/diputar dengan kecepatan tertentu. Pemusingan yang sangat cepat menyebabkan partikel tersuspensi mengendap di dasar tabung reaksi. Selanjutnya cairan dapat dituang secara hati-hati sehingga dapat terpisah dengan zat padat yang mengendap.
    Sentrifugasi dapat digunakan untuk memisahkan plasma darah dari darah merah.
     
  6. Ekstraksi
    Ekstraksi adalah pemisahan campuran dengan menggunakan dua pelarut yang tidak saling bercampur. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan corong terpisah sehingga dapat memisahkan zat yang larut dalam minyak dan zat yang larut dalam air. Zat yang larut dalam air biasanya ada di bagian bawah, sehingga ketika kita membuka keran pada corong pisah, air dan zat yang terlarut akan keluar dan minyak serta zat yang terlarut di dalamnya akan tertinggal. Selanjutnya untuk pemurnian zat dapat dilakukan dengan distilasi.
     
  7. Sublimasi
    Pemisahan campuran dengan sublimasi dilakukan jika ada zat padat yang menyublim bercampur dengan zat yang tidak dapat menyublim. Contoh zat yang mudah menyublim adalah kapur barus, iodin, dan kafein.
     


9 komentar: